Bukan apa yang Anda katakan tetapi bagaimana Anda mengatakannya. Jika Anda ingin membangun identitas yang related dengan target calon konsumen Anda, cobalah menggunakan sosial media untuk mengembangkan Brand Voice digital Anda.

Ketika Anda memikirkan label rekaman yang membidani suara-suara ikonik, seperti The Temptations, Diana Ross & The Supremes, Smokey Robinson & The Miracles, The Four Tops, Marvin Gaye, Stevie Wonder, Michael Jackson, The Jackson 5, Martha & The Vandellas, Commodores, Lionel Richie, dan banyak artis lainnya. Anda pasti sedikit banyak tahu tentang label rekaman Motown Record.

Motown Record

 

Ketika Berry Gordy mendirikan Motown Record pada tahun 1959, hubungan antar ras di Amerika berada pada titik nadir. Gordy memanfaatkan para remaja kulit putih yang menjadi gila karena R&B yang dihasilkan oleh para seniman kulit hitam. Gordy memenuhi kebutuhan ini dengan mengembangkan daftar artis produktif yang memukau penonton ini.

Lahiran Motown yang melegenda tersebut.

Jadi, bagaimana Anda dapat membangun Brand’s Voice yang membuat orang merasa sebaik yang mereka lakukan saat mendengarkan beberapa Motown klasik?

Cara Menggunakan Media Sosial untuk Membangun Brand’s Voice Digital Anda

Untuk membangun suara brand digital untuk merek apa pun, Anda harus mempertimbangkan penawaran pada calon konsumen, dan organisasi Anda.

Dalam kasus Motown, target khalayak mereka adalah konsumen yang belum pernah mendengar jenis musik seperti ini. Mereka menawarkan sesuatu yang disukai pemirsa mereka — R&B klasik.

Gordy menemukan sweet spot untuk menghasilkan suara Motown itu. Mereka memiliki semua elemen kunci  dan terbukti dari jumlah sumbangan artis Motown dalam listing Rock and Roll Hall of Fame yang lengendaris.

Untuk brand Anda, temukan tempat optimalnya Anda melalui:

  1. Memahami target audienc Anda – Memiliki pemahaman yang baik tentang siapa yang membeli/menggunakan produk atau jasa Anda. Apa masalah yang sedang mereka hadapi? Apa yang membuat mereka terjaga di malam hari? Penting untuk menentukan ini karena akan berkontribusi pada brand voice digital akan Anda hasilkan.
  2. Menyampaikan nilai dari penawaran Anda – Brand’s voice digital Anda harus mengkomunikasikan nilai yang dibuat oleh brand Anda untuk calon konsumen Anda. Masalah apa yang dipecahkannya? Nilai apa yang dibawa ke kehidupan pelanggan dan klien Anda?
  3. Menyampaikan nilai-nilai inti brand Anda – Ini mungkin yang paling signifikan dari 3 atribut brand’s voice digital Anda. Apa tujuan organisasi/perusahaan Anda? Apa yang Anda katakan dan bagaimana Anda mengatakannya secara langsung berkorelasi dengan budaya perusahaan, visi, dan pernyataan misi Anda.

Dengan menyelaraskan ketiga komponen ini, Anda akan memiliki kerangka kerja untuk membentuk brand’s voice digital Anda.

Anda perlu memahami bagaimana brand voice Anda memengaruhi merek digital Anda.

Dalam tiga prinsip pencitraan brand digital.

Identitas:

Brand voice digital Anda harus menyampaikan kepribadian lebih dari sebelumnya. Tujuannya adalah untuk menceritakan kisah brand Anda dan melibatkan orang-orang dengan cara yang akrab dan bermakna. Sebuah brand voice yang konsisten memungkinkan calon konsumen Anda untuk membangun struktur memori mengenai Anda dan nilai apa yang Anda tawarkan

Visibilitas:

Brand Tone mewakili siapa Anda, tetapi mempertimbangkan tagret khalayak Anda juga dapat membantu Anda menargetkan mereka secara efektif. Perubahan Newsfeed Facebook akan memengaruhi engagement Anda karena pesan promosi dihambat agar tidak ditampilkan di Newsfeeds pengguna.

Kredibilitas:

Saat Anda memposting informasi tentang brand Anda, kredibilitas Anda akan meningkat seiring pengguna mulai mengetahui, menyukai, dan memercayai brand Anda.

Bahasa menghubungkan kita semua; itu menggerakkan kita, itu melibatkan kita. Melalui nada suara (Tone and Manner;Istilah Marketing), Anda dapat memutuskan bagaimana cara menceritakan kisah Anda. Sebagai cacatan Anda wajib menguasai storytelling

Motown dianggap kredibel karena banyak yang menganggap musiknya sebagai Soundtrack Of Life untuk bagi kebanyakan para pencinta musik di Amerika Serikat saat itu. Ini menghubungkan konsumen dengan musik inovatif.

Begitulah cara Motown mampu menciptakan brand’s voice khasnya!

 

4 Komponen Penting Brand’s Voice Digital Anda

Di bawah ini adalah contoh bagus dari eksekusi brand’s voice.

Character/Karakter – adalah serangkaian karakteristik manusia yang dikaitkan dengan brand’s voice.

BURUK: “Jangan lewatkan Penjualan Dog Days, kecuali, tentunya, jika Anda tidak mencintai anjing Anda!”

BAIK: “Mulailah dengan biskuit dan rayakan! The Dog Days Sale ada di sini. Produk untuk hewan peliharaan apa yang Anda siapkan? ”

Prupose/Tujuan – sudut pandang yang dapat dimiliki yang memberikan nilai asli kepada konsumen.

BURUK: “Kami memiliki penjualan terbaik di dunia! Beli sekarang sebelum kehabisan. ”

BAIK: “Kami mencintai anjing-anjing kami – itulah sebabnya kami menyukai Dog Days Sale. Dapatkan semua yang Anda butuhkan untuk sahabat Anda  di sini. ”

Language/Bahasa – adalah badan kata, frasa, dan istilah yang digunakan organisasi untuk mendeskripsikan tujuan atau produknya.

BURUK: “Kami memiliki banyak barang luar biasa untuk Anda dan anak kucing Anda. Jadilah ITK pada penjualan BOGO kami. ”

BAIK: “Beli Satu, Gratis Satu kami adalah sesuatu yang luar biasa! Stok sekarang dengan makanan, mainan, dan hal-hal penting lainnya untuk anak kucing Anda. ”

Tone/Nada – bukan apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakannya. Nada Anda bukan hanya kata-kata yang Anda pilih, tetapi urutan, ritme, dan kecepatannya.

BURUK: “Kami pikir Wire Terriers adalah yang terbaik. Kirimi kami gambarnya. ”

BAIK: “Breed Kami dalam minggu Ini adalah Wire Terriers. Bawalah peliharaan milik Anda dan kami akan mengambil foto untuk Wall of Fame kami. Apa jenis favorit Anda? ”

 

Action Plan Suara Brand Digital

Digital action plan

Objektif

Bagaimana Anda akan menyampaikan sebuah pesan unik? Menjadi berbeda adalah apa yang memisahkan Anda dari kompetisi (baik secara harfiah maupun kiasan).

Bagaimana Anda akan menjadi transparan? Diharapkan brand bisa transparan ketika berkomunikasi di sosial media. Jadi, dengan cara apa menurut brand Anda dapat lebih terbuka dan membiarkan target audiens Anda memahami Anda, proses bisnis Anda, dan orang atau orang di belakang brand tersebut?

Janji

Setelah Anda terlibat dengan audiens Anda, bagaimana Anda akan mengekspresikan janji Anda untuk membantu konsumen? Mirip dengan di dunia nyata, dunia digital terkadang diisi oleh orang-orang yang tidak diundang. Mereka mungkin memiliki suara yang tidak hangat dan ramah. Ketika ditanyakan pertanyaan, mereka mungkin merespon dengan singkat dan tidak menjelaskan lebih lanjut untuk memastikan orang tersebut mengerti. Pada akhirnya, suara brand digital Anda harus menjadi kebalikannya.

Kepribadian

Pertimbangkanlah kepribadian jendela untuk jiwa merek Anda.

Ketika orang-orang terlibat dengan brand digital Anda, kesan apa yang akan mereka rasakan?

Apakah Anda ingin terlihat penuh kehidupan atau santai?

Anda harus mengekspresikan energi sejati nada Anda sehingga Anda dapat menyampaikan kepada audiens apa yang mereka harapkan dari Anda.

Kesimpulannya

Media sosial adalah media yang bagus untuk mengembangkan suara brand digital Anda. Ini dapat digunakan untuk menyampaikan kepribadian, transparansi, dan keaslian brand Anda. Semua itu dapat membantu brand Anda membangun identitas yang akan beresonansi dengan audiens Anda dan membantu mengonversinya menjadi pelanggan dan klien.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like