Banyak yang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat. Berulang kali putus-sambung hubungan terjadi. Lalu sang teman saya pun menjawab “gua udah pacaran sama dia, banyak banget hal yang udah gw lakuin untuk mempertahankan hubungan ini, masa gw akhir begitu aja”.

Pernah dengar ucapan mirip seperti itu?.

Itu adalah salah satu contoh sesat pemikiran biaya yang telah dikeluarkan atau sunk-cost fallacy.

Kesesatan nalar ini sering terjadi apabila kita begitu banyak berinvestasi baik waktu, uang, tenaga atau kasih sayang ke dalam sesuatu.

Semakin banyak mengeluarkan biaya/modal dan energi, semakin getol orang untuk melanjutkan project yang sedang mereka kerjaakan. Bahkan dorongan tersebut akan terus berlanjut walaupun ketika dihadang dengan berbagai kegagalan sekalipun.

Hal ini juga sering terjadi pada para penjudi. Semakin mereka sering kalah, makin banyak pula usaha/modal/uang mereka untuk berjudi kembali. Dari situlah kenapa perjudiaan salah satu kegiatan adiktif.

Tingkah laku tidak masuk di akal ini didorong oleh kebutuhan akan suatu konsistensi.

Kata konsistensi itu sendiri mengandung kredibelitas.

Manusia sering mengangap kontardiksi itu adalah hal yang menyebalkan.

Misalnya kita tidak melanjutkan upaya mencapai suatu tujuan akan dipandang memalukan karena orang akan mengira itu adalah bentuk kelabilan mental saja.

Ada doktrin dalam pemikiran merubah pemikiran adalah hal yang memalukan.

Bahwa ada seorang budayawan indonesia pernah berujar sarkas “males mengubah Point Of View karena takut dibilang labil”.

Tapi bertahan untuk sesuatu yang akan terus merugikan kita terus menerus tidak ada gunanya.

Contoh besar kesalahan nalar ini adalah Perang Vietnam. Penyebab utama negeri Paman Sam terus melanjutkan perang meski mereka telah menderita kerugian yang besar.

Dalam korporasi, Nokia, Blackberry dan yang terbaru Yahoo adalah korban dari kesalahan nalar. Mereka tidak bisa melepaskan diri dari kejayaan masa lalu dan terus melakukan hal yang sama.

Dalam dunia bisnis modern ada istilah PIVOT atau secara singkat adalah mengubah haluan strategi bisnis. Mereka-pun enggan (terlambat) melakukannya dan mengakibatkan lambatnya inovasi dalam perusahaan raksasa tersebut. Ujungnya Anda bisa lihat sendiri nasib perusahaan tersebut.

Kesesatan pemikiran biaya yang telah dikeluarkan ini sering berhubungan dengan harga diri. Ketika Amerika terus berperang adalah untuk menjaga harga diri mereka dari cemoohan pecundang dari blok timur pemimpinan Uni-Soviet.

Jadi ketika Anda berujar “tapi saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk melakuan ini” atau “kita sudah sampai sejauh ini, tidak mungkin untuk berhenti”. Secepetnya buang pemikiran tersebut dalam pemikiran Anda.

Anda lebih baik mencari alasan yang lebih rasional ketika ingin berinvestasi lebih lanjut dan berkomitmen untuk menyelesaikannya apabila telah mengetahui kemana arah tujuan.

Tapi ketika berinvetasi ditempat yang salah dengan tujuan yang salah pula adalah suatu perbuatan mubazir.

Reference:

H.R Arkes dan C. Blumer, The Psychology of Sunk Cost. Organizational Behavior and Human Decision Processes 35 (1985)

H.R Arkes dan Peter Ayton, The Psychology of Sunk Cost and Concorde Effects : Are Humans Less Rational than Lower Animal?, Psychologic Bulletin 125 (1999)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like