Content marketing dan digital branding adalah dua hal yang sama sekali berbeda tetapi sangat cocok apabila dipadukan seperti selai kacang dan roti.

Content marketing dan digital branding dapat berdiri sendiri seperti roti dan selai, namun mereka saling melengkapi satu sama lain dengan sempurna.

Jadi, apa sih hubungan antara content marketing dan branding digital?

Kedua teknik memiliki persamaan dan perbedaan.

Content Marketing vs Digital Branding:

Value Proposition

  • Content Marketing akan memperkuat kembali value proposition Anda.
  • Digital Branding adalah value proposition Anda.

User Journey

  • Content Marketing akan mengintegrasikan konten ke dalam tahapan user journey.
  • Digital Branding akan mengintegrasikan saluran yang berbeda ke dalam tahapan user journey.

Keputusan Pembelian

  • Content Marketing mempertimbangkan user journey dalam setiap tahap keputusan pembelian.
  • Digital Branding mempertimbangkan posisi peringkat yang Anda berikan dalam daftar pesaing dengan penawaran yang sebanding.

Audiens Anda

  • Kunci keberhasilan Content Marketing adalah dengan benar-benar memahami calon konsumen Anda.
  • Kunci keberhasilan Digital Branding adalah pemahaman dan persepsi calon konsumen terhadap Anda.

Strategi

  • Content Marketing memetakan siapa calon konsumen Anda, masalah apa yang Anda pecahkan untuk mereka, dan bagaimana Anda akan secara konsisten memberikan konten bernilai yang mereka ingin baca dan bagikan.
  • Digital branding memetakan identitas Anda, di mana Anda bias ditemukan secara online, dan kredibilitas yang Anda miliki di market.

Menggunakan Content Marketing untuk Membangun Brand Digital Anda

Konten Membantu Untuk Mengembangkan Identitas

Menggunakan konten untuk mengembangkan identitas digital Anda membutuhkan pemahaman mendalam tentang calon konsumen, penawaran, dan organisasi/perusahaan Anda. Memahami calon konsumen mengharuskan Anda untuk mengetahui apa yang menjadi pain point mereka.

Ini lebih dari sekedar informasi demografis sederhana seperti nama dan lokasi mereka. Ini lebih tentang memahami apa yang membuat mereka terjaga di malam hari. Dan kendala utama yang menghalangi mereka mencapai tujuan, sasaran, atau tugas tertentu.

Maka Anda ingin mempertimbangkan ini ketika mengembangkan konten yang menyampaikan nilai penawaran Anda.

Secara spesifik, bagaimana penawaran Anda membantu membantu memecahkan masalah konsumen Anda?

Nilai apa yang ditawarkan oleh penawaran kepada calon konsumen Anda?

Ini adalah pertanyaan penting untuk ditanyakan ketika menggunakan konten untuk membangun brand digital Anda. Semakin banyak yang Anda ketahui tentang calon konsumen Anda dan bagaimana penawaran Anda akan membuat hidup mereka lebih baik, semakin baik Anda akan berkomunikasi dengan mereka.

Terakhir, untuk alasan yang sangat spesifik, adalah organisasi Anda. Organisasi Anda adalah komponen terakhir dalam membangun identitas digital Anda karena ini bukan lagi tentang bisnis, tapi tentang khalayak banyak.

Misi, visi, dan nilai-nilai inti organisasi Anda sudah menjadi sesuatu yang harus Anda kenalankan.

Dengan demikian akan mudah untuk membuat konten untuk menyampaikan atau mendemonstrasikan nilai-nilai organisasi Anda ini.

Tapi bagaimana ini terhubung dengan konsumen dan penawaran Anda? Mengapa Anda memilih untuk menawarkannya terlebih dahulu?

Mengapa penawaran Anda merupakan solusi terbaik untuk konsumen Anda?

Konten Anda harus lebih menggambarkan kepribadian daripada sebelumnya. Mengembangkan konten yang konsisten memungkinkan konsumen Anda untuk membangun struktur memori tentang brand Anda dan nilai apa yang brand Anda tawarkan.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan konten yang menceritakan kisah Anda dan melibatkan orang-orang dengan cara yang berarti. Itu berarti memastikan setiap kali konten Anda dikonsumsi, secara konsisten dalam penampilan, penggunaan, ukuran, ruang lingkup, warna, nuansa, dll.

Struktur memori ini menjadi identitas organisasi/perusahaan Anda.

Setiap kali calon konsumen Anda terpapar dengan brand Anda di berbagai touch-point digital, Brand Anda secara tidak sadar akan tertancap dalam ingatan mereka.

Ini sangat mirip dengan melihat sebuah gambar dalam keadaan cerah/terang kemudian menutup mata Anda hanya untuk melihat gambar masih tetap.

Oke, mari tinjau lebih dalam …

Katakanlah Anda sedang berada di pantai menikmati liburan yang menyenangkan. Cuaca sangat cerah dan Anda melihat orang-orang bermain-main di air. Anda sedang berbaring di kursi pantai sambil menyesap pina colada. Anda menurunkan minuman Anda, duduk kembali, menutup mata Anda dan rileks.

Setelah menutup mata, sesuatu yang menarik terjadi. Anda masih melihat gambaran dari apa yang baru saja Anda lihat. Ini sejajar dengan apa yang dilihat dan diingat oleh aundiens Anda tentang brand Anda berdasarkan masing-masing titik sentuh digital yang ada di brand Anda.

Menggunakan Konten untuk Mendapatkan Visibilitas

Visibilitas dan eksposur secara online memiliki tautan langsung terhadap kesuksesan bisnis.

Konten Anda mewakili siapa Anda, tetapi mempertimbangkan audiens Anda juga dapat membantu Anda untuk menargetkan mereka secara efektif.

Kata kunci primer dan sekunder Anda tidak selalu sejelas yang Anda kira. Anda harus memanfaatkan kata kunci atau frasa yang relevan dengan brand, industri, lokasi, dan persaingan Anda untuk mendapatkan lebih banyak visibilitas dalam hasil mesin pencari.

Perubahan NewsFeed Facebook/Instagram (hanya maksimal 10% dari follower Anda yang akan melihat postingan Anda) akan memengaruhi visibilitas Anda karena pesan promosi dihambat agar tidak ditampilkan di Newsfeeds pengguna. Oleh karena itu, konten Anda harus menyampaikan kepribadian lebih dari sebelumnya. Facebook ingin lebih banyak keterlibatan pribadi di situs dan, akibatnya, akan mencekik pesan — pesan promosi.

Menggunakan Konten untuk Mengembangkan Kredibilitas

Saat Anda memposting kisah pribadi tentang brand Anda, kredibilitas Anda akan meningkat seiring pengguna mulai mengetahui, menyukai, dan mempercayai brand Anda.

Secara keseluruhan, Anda harus menggunakan content marketing untuk membantu membangun identitas digital, visibilitas, dan kredibilitas Anda.

Kamus Merriam-Webster mendefinisikan kredibilitas sebagai: Kualitas yang diyakini atau diterima sebagai benar, nyata, atau jujur.

Jujur adalah kebijakan terbaik saat meningkatkan kredibilitas brand digital Anda. Orang lebih sensitif terhadap komunikasi merek berdasarkan lanskap bisnis, politik, dan keuangan di Indonesia. Akibatnya, jika Anda melanggar janji untuk audiens Anda sekali saja, itu akan sangat sulit untuk diperbaiki.

Kesimpulannya

Menggunakan konten marketing untuk membangun merek digital Anda dapat dengan mudah memposisikan brand Anda sebagai pemimpin pasar, menarik minat dari pelanggan, klien, dan prospek, dan meningkatkan peringkat mesin pencari (SEO) Anda.

Pemasaran konten juga menawarkan sarana untuk memciptakan identitas brand Anda dengan menceritakan kisah brand Anda dengan cara yang berarti dan relevan.

Digital Branding ibarat minyak pelumas di mesin penjualan Anda. Artinya, dengan fokus bersama untuk meningkatkan identitas digital Anda, visibilitas, dan kredibilitas, penjualan Anda akan lebih mudah.

Ini akan meringankan stres dan gesekan yang disebabkan oleh brand Anda menjadi tidak dikenal, tidak terlihat, atau tidak dapat dipercaya.

Content marketing sebagai aditif khusus dalam minyak yang membuatnya bertahan lebih lama. Karena Anda mungkin tidak melihat hasil langsung dari content marketing, brand Anda akan mendapat manfaat nantinya yang akan memperkuat upaya brand digital masa depan Anda.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like